26 Januari 2011

Beak Seung Jo Diary 16

Dibadingkan dengan sinar matahari yang memusingkan,
Cinta yang tidak dapat dihentikan ini lebih memusingkan.
Pagi ini penuh dengan cinta,
Pagi dimana mereka mengendarai sepedah pasangan.


Saat He Ra melihat sepedah kita ini, dia tidak dapat berkomentar apapun.
Namun dia terus mencoba menggoda kita.

Ya Ibu memaksa kita meminum teh pasangan,
memakai pakaian pasangan untuk ke kampus,
Ini benar-benar membuat perutku mual.
Karena ibuku yang unik ini,
terlalu banyak hal yang dia buat untuk membuatku malu.
Tapi perlahan-lahan aku mulai terbiasa.

"Tidak mengenakan cincin pernikahan?"
"Ya. Aku akan memakainya setelah pendaftaran."
Ha Ni mulai sedikit termotifasi.
Aku sengaja mengatakan pada He Ra alasan aku tidak memakai cincin,
itu akan membuat Ha Ni bekerja keras untuk menjadi seorang perawat.

"Luar Biasa. Ha Ni selalu ada di sekitarmu."
"Bukankah bumi selalu mengitari Matahari?"
Tampaknya He Ra kaget mendengar jawaban dariku yang penuh percaya diri.

Kita sudah menikah,
Tentu saja kita ada di jalan yang sama,
dan kita juga akan ada di satu dunia yang sama.

Melihat Ha Ni memegang dompetku saat aku kembali dari kamar mandi,
dia pasti merencanakan sesuatu.
Aku dapat menebaknya dengan hanya melihat tatapannya.
Tapi aku terus berakting seolah-olah aku tidak mengetahui apapun.
Menggodanya sangat menyenangkan.

"Hey, sekararang kau mulai menyelidiki dompet suamimu?"
Saat dia mengembalikan dompat padaku,
wajahnya memerah dan bahkan tangannya berkeringat.
Sangat lucu.
Kau pikir aku tidak mengetahui apapun?
Kau dan Ibu pasti merencanakan sesuatu, benar bukan?

Sepertinya aku harus meletakan dompetku di bawah bantal.
Seperti yang sudah kuduga.
Saat aku berpura-pura tertidur,
dia dengan hati-hati mengambil dompetku yang ada di bawah bantal.

Tunggulah sampai pagi dan
kita akan mengetahui apa yang Ha Ni dan bu rencanakan.
Dasar Oh Ha Ni yang bodoh!

(Berarti Seung Jo sadar dong pas meluk Ha Ni? Waaaaaah :"> )

2 Wanita ini mengatahui bahwa aku sudah mendaftarkan pernikahan.
Kau tidak tahu bahwa kau tidak akan bisa menghindar dariku?
Bodoh!
Sebenarnya, saat kau memutuskan untuk pindah ke jurusan perawat,
Aku sudah mempersiapkan semua dokumennya.

Ya untuk tujuan itu, dia akan mengeluarkan seluruh potensinya
dan bekerja keras untuk mendapatkan yang dia inginkan.

Tapi karena terlambat mendaftar, dia terlihat begitu kecewa.
Melihat dirinya yang begitu sedih, aku tidak dapat melakukan apapun.

Aku sudah berusaha lebih memperhatikannya.
Tapi aku tidak pernah menduga akan melihat ekspresi sedihnya.

Cinta adalah sesuatu yang membantumu
untuk melihat sesuatu yang kau tidak bisa lihat sebelumnya.
Cinta adalah sesuatu yang membantumu
untuk mendengar sesuatu yang melum kau dengar sebelumnya.

Ya seperti selalu menggodamu karena aku mencintaimu,
Ini sungguh menarik.
Kau selalu membuatku tersenyum itu lah
sebabnya aku melakukan ini semua.



Karenamu, Bong Joon Gu mengatakan bahwa kau satu-satunya wanita
yang di cintainya itu di depan Christine. Dan yeah kau akan
selalu ada di dalam hatinya yang paling dalam.

Perasaan tidak mengenakan itu memenuhi hatiku.
Dan yang dapat kulakukan hanya mencengkaram erat kursi.

Kepalamu mungkin tidak menyadarinya, tapi bagi Ha Ni,
Aku akan menajdi satu-satunya laki-laki untuknya.
Dan dia tidak akan mengeluarkan usaha untuk laki-laki lain!

Oh Ha Ni terus membicarakan apa yang terjadi tadi.
Dan kau tetap saja mengkhawatirkan semuanya.
Kau khawatir Joon Gu dan Chris yang mungkin sulit bersama.
Dia ini benar-benar senang membantu orang lain.

"Kau pasti senang karena waniat sudah menikah dan memiliki gossip."

Aku ingin bersikap bahwa ini baik-baik saja,
tapi ya aku justru mengatakan sesuatu yang aku pendam dalam hatiku.

Ha Ni yang biasanya lemah dalam menyadari sesuatu,
kali ini dia sangat cepat menebak apa yang kupikirkan.

"Kau cemburu!"

Perasaan cemburu ini kau gunakan untuk menggodaku.
Oh Ha Ni kau berhasil menangkan ekorku kali ini.

"Cemburu apa... Bagaimana mungkin aku ini cemburu..."
Baek Seung Jo cemburu pada Bong Joon Gu?
Tapi suaraku ini seperti telah mengatakan segalanya.

"Berhentilah ikut campur urusan mereka.
Biarkan Joon Gu menyadari perasaannya perlahan-lahan."
"Itu lah yang terjadi padamu, benar bukan?
Berhenti menganggumu dan kau menyadari perasaanmu!"

Kau terus memukulku dan menggelitikku.

Akhir-akhir ini tidak ada yang dapat kulakukan mengenai Ha Ni.
Tidak peduli seberapa besar dia mengangguku, tidak ada yang dapat kulakukan.
Sejak kapan kau mulai memasuki hatiku ini?

Perasaan ini seperti akar di suatu tempat yang tidak terligat.
Ini berkembang perlahan-lahan dan semakin besar setiap harinya.
Dan tanpa di duga-duga mulai memenuhi hatiku.
Seperti sebuah gerhana.

Oh Ha Ni laki-laki juga memiliki harga diri,
Walaupun hal itu benar tapi aku tidak dapat mengakuinya.

"Sudah cepatlah belajar!"
Aku berusaha mengalihkan pembicaraan ini.

Akhir-akhir ini kau belajar dengan giat.
Kau bahkan bisa menjawab semua pertanyaan yang aku tanyakan.
Lalu kau berkata bahwa kau memiliki sebuah
permohonan jika berhasil dalam ujian.
Ya dia menginginkan sebuah kencan di malam natal.

Ini juga sesuatu yang aku inginkan, melihat dia yang memohon padaku,
Aku merasa benar-benar jahat.

Benar, kamu tidak pernah pergi kencan dan kami sudah menikah.
Pernikahan ini juga begitu saja karena Ibu yang merancangnya.
Dan kita berdua sama-sama sibuk belajar setelah menikah.
Sehingga tidak memiliki waktu untuk berkencan.

"Baiklah ayo pergi berkencan"

Memikirkanmu, aku hanya bisa tersenyum.

Baiklah Ha Ni, melewati setiap hari dengan apa yang kita lakukan,
Jika kita ingin hidup kita lebih berwarna,
Kita harus bekerja keras bersama-sama.

Walaupun hari-hari akan terasa melelahkan,
Tapi marilah bekerja keras bersama.
Dia mengatakan ingin berlatih melakukan pertolongan pertama.
Bibir Ha Ni mulai mendekat ke bibirku.

Hatiku berdetak cepat.

Aku pun merasakaan perasaan ini saat kita menikah,
saat dia mendekat padaku....
Hatiku akan bereaksi dengan sengat cepat, sangat bersemangat.
Seperti Petir dan Cahaya.

Aku takut Ha Ni akan menyadari hatiku yang berdetak cepat,
sehingga aku langsung berkata, "Apa yang kau lakukan? Ini darurat!"

Satu dua satu dua....
Kapanpun kau menyentuhku, temperaturku naik secara perlahan.
Seperti hujan es. Itulah cinta.

Dia terus berlatih dan aku pun menariknya ke pelukanku,
"Beristilahatlah sebentar. Mendekatlah."

Semenjak malam dimana aku menarikmu
ke pelukanku saat tidak ada orang di rumah,
malam setelah ciuman pertama kita...
Kau selalu di pikiranku!

Karena kita tinggal bersama,
Aku selalu dapat melihat rambutmu yang basah itu,
dirimu yang hanya mengenakan handuk setelah mandi,
melihat pundakmu,
wangimu itu selalu ada di sekelilingku saat kau berjalan melewatiku.

Wajahmu selalu muncul di pikiranku saat aku akan tidur.
Ini benar-benar melelahkan.

Sekarang saatnya aku dapat memelukmu kapanpun yang aku mau,
Hidup seperti ini sungguh baik.
Menarik dirimu kepelukanku, Kau terasa hangat.
Eun Jo yang datang untuk menanyakan PR,
Tiba-tiba saja membuka pintu.
Kami pun langsung melompat kaget.
Atmosfir yang bagus ini pun menjadi buruk karena Eun Jo!

Eun Jo kau ini sudah menjadi adik ipar dan harus lebih berhati-hati.
Bocah ini, sepertinya aku harus memberi tahu dia bahwa
membuka kamar drai pengantin yang baru menikah
dengan hanya sekali ketukan itu tidak baik.

Hari ini adalah hari dimana Ha Ni akan ujian.
Ibu ingin menenangkannya tapi justru dia yang terlihat khawatir.

Tapi aku tahu bahwa Ha Ni sudah bekerja keras.
Dibadingkan dengan mengkhawatirkannya,
aku berharap dia bekerja keras dan menghasilkan hasil yang baik untuknya.
Ha Ni berjuanglah!

Kau yang selalu memberiku keberanian
kapanpun aku menemukan masalah.
Terima kasih.
Cinta adalah saat bersamamu,
merasakan hatimu yang murni dan indah.

Pergi ke tempat yang tidak bisa didatangi bersama,
melakukan hal yang tidak bisa di lakukan bersama,
ini juga salah satu bagian dari cinta.

Gagal ujian masuk, mengambil jurusan perawat bukanlah hal yang mudah.
Ini sesuatu yang harus di perhatikan dalam kehidupan manusia.
Perasaan malu dan lelah, Ha Ni terlihat sangat kasihan.

Bekerja keras tapi tidak mendapatkan hasil yang baik.
Walaupun ini sangat kasihan, tapi ada sesuatu yang dapat kita lakukan.

Mengatakan bahwa dia harus mempersiapkan untuk pindah ke jurusan lain,
itu membuat hatiku sedih.
Aku berharap kita dapat memaki jas putih bersama
untuk membantu orang lain.

Bagaimana caranya aku dapat membuat dirimu
yang patah semangat ini kembali ceria?

"Aku sungguh berharap pergi kencan dengan Ha Ni.
Tapi janji adalah janji dan tidak bisa di langgar.
Tapi jika ini ajakan makan malam, bukankah ini baik-baik saja?"

Hadiah untukmu.

"Benarkah?"
Kau seharusnya senang dan ya ekspresimu pun berubah cerah.


Menunggumu dalam waktu yang lama...
Aku sungguh khawatir.

Aku berusaha mendengarkan dengan baik suara orang yang berjalan,
Melihat orang-orang yang berjalan,
Hatiku benar-benar tidak nyaman.

Hari semakin gelap dan hatiku tidak tenang.
Seperti terkena percikan garam hatiku ini,
Seperti di tusuk oleh jarum.

Saat aku melihatmu berjalan masuk,
Aku berfikir 'Bagaimana aku dapat bertahan tanpamu?'

Kau terlihat ketakutan jika aku pergi.
Wajahmu terlihat pucat dan berdiri disana.
Kau berlari ke pelukanku untuk menegaskan
bahwa ini pertama dan terakhir kalinya.
Kau pikir aku akan pergi.
Kau terkejut karena aku terus menunggumu?
Kau pun mulai menangis di pelukanku.

Bodoh!
Aku tahu bahwa kau akan datang tidak peduli setelat apapun kau datang.

Kau pasti datang padaku.
Karena itu, bagaimana mungkin aku pergi tanpamu?

Hatimu penuh denganku...
Semua waktu untukku...
Lalu bagaimana mungkin aku pergi?
Bodoh!
Aku melakukan ini karena aku mempercayaimu.

"Aku akan mencoba kembali, awalnya aku ingin menjadi perawat
karenamu. Tapi sekarang aku merasa ini sangat menarik."

Walaupun kau memiliki waktu yang sulit untuk menyelamatkan
seseorang pada hari ini. Tapi kau akhirnya menyadari sesuatu yang baru.

Kau yang sebelumnya kehilangan semangatmu karena gagal ujian,
sepertinya hari ini kau menemukan enegri baru. Ini sangat luar biasa.

Ya aku akan membantumu, cobalah lebih bersemangat.
Ya cobalah kembali itulah Oh Ha Ni.

Bagus, tidak melakukan hal ini karena Baek Seung Jo,
tapi melakukan semua ini untuk dirimu sendiri.
Kau akhirnya menemukan sesuatu yang kau inginkan...
Kau adalah hadiah dari surga untukku.
Bersamamu disisiku, setiap natal akan terasa nyaman dan menyenangkan.

Tidak peduli kapanpun...
Melihatmu....
Seperti aku melihat harta karun yang akan mengatakan semuanya padaku.

Walaupun jika kau mengambil buah,
dia akan mengajarkanmu bagaimana cara melakukannya.
Kemenanganku adalah Oh Ha Ni!

Tidak ada cahaya indah.
Tidak ada nyanyian natal.
Tapi hari ini kita mendapatkan hadiah yang indah.
Hadiah yang di sebut, "Hidup"

Terima kasih Tuhan karena telah memberikan hadiah ini padaku.
Selamat Natal!
Kata-kata kita penuh dengan cinta yang ingin kita sampaikan.
Selamat Natal!

Cinta ini melengkapiku!
Aku mencintaimu!

Aku menciummu dan kau menciumku.
Waktu yang luar biasa, ini mengalahkan seluruh bahasa.

Sedikit pelukan, sedikit ciuman, sedikit sentuhan,
Aku jamin aku akan lebih mendengarkanmu.

Pada pagi hari, yang pertama aku katakan padamu adalah
Seberapa besar aku mencintaimu.
Pada malam hari, yang aku katakan padamu adalah
Seberapa besar aku merindukanmu sepanjang hari.

Walaupun kita tidak mengatakan apapun,
berbagi ciuman seperti ini sudah cukup.

Aku mencintaimu setinggi langit.
Kata-kata yang kekanak-kanakan.

Aku mencintaimu.
Selamanya!

Sebelumnya aku tidak pernah berjanji seperti ini.

Tidak ada komentar: