30 April 2011

Gaun McQueen Sempurna di Tubuh Catherine Middleton


Gaun pengantin misterius itu akhirnya terungkap saat Kate Middleton memasuki mobil Rolls-Royce yang membawanya dari Hotel Goring menuju Gereja Westminster Abbey, Jumat (29/4/2011) lalu. Kate memukau dunia dengan gaun satin rancangan Sarah Burton dari rumah mode Alexander McQueen. Semua mata di seluruh dunia tertuju pada perempuan 29 tahun ini, dan berdecak kagum dengan keanggunan sosok puteri masa depan.

Kate yang bernama lengkap Catherine Elizabeth Middleton, punya andil atas gaun yang dikenakannya. Bersama Burton, Kate merancang gaun pengantin dengan memadukan gaya klasik tradisional dan modern. Alhasil, Kate dan gaunnya menyatu, memberikan kesan simpel elegan, romantis. 

Ketika masyarakat Inggris, bahkan dunia, telah menjadi saksi mata gaun misterius yang memukau itu, adalah Pangeran William yang terakhir melihatnya. Kate, didampingi ayahnya Michael Middleton, berjalan dengan anggun dan penuh senyum menuju altar di Westminster Abbey. William akhirnya bersanding dengan Kate di altar, dan saat itulah William berbisik, memuji kecantikan Kate.

Gaun satin Kate semakin cantik dengan renda di bagian atas hingga menutupi seluruh tangan. Kerudung sutera menyembunyikan wajah Kate tanpa menutupi riasan wajah natural yang menonjolkan kecantikan alaminya. Wajah alami Kate terlihat jelas meski kerudung sutera  menutupinya.

Sekilas, gaun mempelai perempuan Pangeran William ini mirip Grace Kelly yang menikahi Pangeran Rainier dari Monaco pada 1956. Bedanya, Kate memilih potongan V pada bagian leher dan memberikan kesan modern, sementara Grace menutupi seluruh bagian dada hingga ke leher.

Sosok puteri menonjol dalam diri Kate secara alami, dan semakin kentara dengan tampilan luarnya. Kate mengenakan tiara berlian Cartier 1936, milik Ratu Inggris. 

Kate tak berlebihan dengan dandanan dan aksesori yang dikenakannya. Termasuk tata rambut dan tata rias wajah yang alami, menonjolkan kecantikan sejati dari dalam dirinya. Riasan wajah Kate sederhana, tak berbeda seperti saat tampil pertamakali di depan publik bersama William di pengumuman pertunangannya. Rambutnya pun dibiarkan terurai dengan sentuhan styling ikal sederhana. Adalah Richard Ward di balik tata rambut natural ini. Kate memercayakan penata rambut langganannya selama delapan tahun itu di hari pernikahannya.

Aksesori yang dipilih Kate juga simple elegan. Kate tampil cantik dengan anting berlian berbentuk pir, rancangan Robinson Pelham. Begitupun dengan bunga tangan sederhana, bunga lily putih dengan sentuhan hijau dari daunnya. Sebelumnya, Kate diprediksi akan membawa bunga tangan berukuran panjang, menyesuaikan dengan tubuh tingginya. 

Tim Alexander McQueen tak hanya mahir membalut Kate dengan busana anggun simpel elegan. Penampilan Kate semakin lengkap dengan sepatu khusus terbuat dari satin dengan bordiran renda buatan tangan.

Stylist pernikahan selebriti, Camilla Ridley, memuji gaun pengantin Kate yang semakin menonjolkan sosok puteri. "Gaunnya sempurna untuk sosok puteri. Kate membuat gaunnya terlihat sempurna, bukan gaunnya yang membuat Kate sempurna," jelasnya.

Kate yang kini resmi bergelar Yang Mulia Duchess of Cambridge, berhasil memberikan kejutan memukau dengan gaun pengantinnya. Duchess Catherine tampil sederhana namun tetap menawan lengkap dengan senyuman. Karakter dan kecantikan alami begitu menonjol dari sosok puteri di hari pernikahan kerajaan megah abad ini.
sumber :kompas

Setir Mobil Sendiri Plus Bulan Madu Privasi


 Pesta pernikahan usai. Pasangan Duke dan Duchess of Cambridge langsung meninggalkan Istana Buckingham untuk bulan madu teramat privasi. Pasalnya, istana memang menutup mulut rapat-rapat lokasi bulan madu mereka.
Pasangan itu sejak Sabtu (30/4/2011) pagi sudah keluar istana. Mendobrak tradisi, Pangeran William menyetir sendiri mobil yang ditumpangi bersama istrinya, Kate Middleton.
Menurut warta media seperti AFP dan AP, semalam, pasangan yang tengah menjadi pusat perhatian dunia itu berpesta. Acara itu diselenggarakan khusus untuk keluarga, teman terdekat, serta undangan sangat terbatas.
Acara ini diselenggarakan setelah siang harinya, Ratu Elizabeth menyelenggarakan jamuan makan siang resmi utnuk 600 tamu di Istana Buckingham. Setelah jamuan itu, Ratu dan Pangeran Philip meninggalkan istana untuk tetirah pribadi dan memberikan William dan Kate serta sobat-sobat mereka kesempatan untuk berpesta.
Kini, banyak pewarta ingin mengetahui lokasi bulan madu. Tapi, lagi-lagi, juru bicara keluarga kerajaan, Paddy Harveson, menegaskan bahwa pasangan itu amat menginginkan privasi untuk acara pribadi tersebut. "Yang paling penting adalah mereka menghendaki ada privasi dan pasti semua orang begitu," demikian Harveson.
sumber : kompas

Foto-foto Pernikahan Kerajaan Inggris Sejak Tahun 1840 !



Nuansa kerajaan senantiasa menarik minat orang, tidak terkecuali kehidupan pribadi para penghuni istana Buckingham Inggris. Kerajaan ini paling sering dibicarakan dan begitu terkenal diantara kerajaan-kerajaan lain di dunia yang masih bertahan hingga sekarang.

Berbicara Istana Buckingham tidak lepas dari kehidupan para raja, ratu, dan pengeran mereka. seperti halnya pernikahan-pernikahan mereka yang mewah dan mehjadi pusat perhatian tersendiri. Ini kali samudra birumencoba menghadirkan Album Pernikahan Kerajaan Inggris Sejak Tahun 1840. Dimulai Dari Ratu Victoria dan Pangeran Albert pada tanggal 10 Februari 1840. Selamat membaca ...

Victoria dan Pangeran Albert, 10 Februari 1840


Sebagai Ratu muda yang belum menikah, Victoria, ia takut akan disiksa oleh ibunya selama bertahun-tahun. Keberuntungan akhirnya datang "dalam bentuk" Pangeran Albert dari Saxe-Coburg and Gotha, yang lalu dilamar pada 1839. Dia tidak hanya menjadi pendamping Ratu, tetapi juga menjadi penasehat politik di paruh pertama pemerintahannya.

Edward VII dan Putri Alexandra dari Denmark, 10 Maret 1863
Saat pernikahannya, Edward anak tertua Victoria ini mendapat berbagai isu di kalangan kerajaan akibat pernikahannya dengan Putri Alexandra. Pertama, banyak dari kerabat ibu Edward adalah orang Jerman, dan Jerman pada waktu itu terlibat perselisihan dengan negara asal Alexandra yaitu wilayah Schleswig Holstein. Lainnya, Edward adalah casanova terkenal, dikabarkan ia pernah berkencan dengan rakyat jelata, bangsawan dan aktris terkenal.

George V dan Putri Mary Teck, 6 Juli 1893


Putri Maria bertunangan dengan Albert Victor, putra tertua Pangeran Wales. Namun Victor meninggal karena pneumonia. Kemudian, nenek pemuda itu, Ratu Victoria, masih meingininkan Putri Mary berada di keluarganya dan memaksa saudara Viktor, George untuk menikahi Mary. Satu tahun setelah kematian Victor, George dinikahkan. George naik tahta pada tahun 1911.

Duke of York dan Lady Elizabeth Bowes Lyon, 26 April 1923


Putra kedua George V telah melamar Elizabeth lebih dari sekali, tetapi ditolak terus, takut pada beban hidup kerajaan, sampai akhirnya mengalah pada tahun 1923. Pernikahan mereka adalah terobosan bagi Elizabeth yang hanya orang biasa. George memiliki kebebasan untuk mewakili gerakan moderasi politik untuk keluarga kerajaan. Dia naik tahta setelah saudaranya turun tahta. Kemudian selama hidupnya, Elizabeth dikenal sebagai Queen Mum.

Duke dan Duchess of Windsor, 3 Juni 1937


Anak tertua dari Duke of York, bangsawan Windsor, naik tahta sebagai Edward VIII pada bulan Januari 1936, tapi pemerintahannya berumur pendek. Keinginannya untuk menikah dengan sosialita asal Amerika, Wallis Simpson, seorang wanita dengan dua mantan suami, menyebabkan krisis konstitusional, dan Edward memilih untuk turun tahta untuk "menikahi wanita yang aku cinta". Untuk mengakomodasi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, House of Windsor memberi gelar khusus baginya: Duke of Windsor.

Ratu Elizabeth II dan Philip, Duke of Edinburgh, 20 November 1947


Pemimpin monarki pada masanya, bertemu dengan calon suami yang memegang gelar Pangeran dari Yunani dan Denmark ketika berusia 8 tahun. Dan sang Ratu mengkatakan telah jatuh cinta padanya sejak berumur 13. Sebelum pernikahan, Philip meninggalkan gelar Yunani dan Denmark -nya dan dikonversi dari Ortodoks Yunani ke Anglikanisme. Pada awalnya muncul kontroversial pada pasangan ini bahwa Philip tidak memiliki kekayaan pribadi dan, ia yang berkebangsaan Inggris namun lahir di tanah asing. Setelah pernikahan mereka, gelar Duke of Edinburgh diberikan padanya.

Putri Margaret dan Antony Armstrong-Jones, 6 Mei 1960


Setelah pertunangan naasnya bersama kapten pelayanan pribadi ayahnya, adik Ratu Elizabeth, Margaret mengumumkan rencananya untuk menikah dengan Armstrong-Jones, seorang fotografer. Upacara pernikahan mereka menjadi yang pertama yang disiarkan televisi. Gelar Earl of Snowdon diberikan untuk pengantin pria, yang menikmati karir yang sangat sukses sebagai seorang pelukis, yang mengkhususkan diri dibidang selebriti dan keluarga kerajaan.

Putri Anne dan Kapten Mark Phillips, 14 November 1973


Putri tunggal Ratu Elizabeth ini menikah dengan Phillips, letnan pengawal Ratu Dragoon, dalam sebuah upacara di Westminster Abbey yang disiarkan televisi. Kebersamaan mereka berlangsung sampai tahun 1989, hingga berpisah. Tak lama setelah perceraian mereka selesai pada tahun 1992, Anne menikah lagi dengan Timothy Laurence, yang kemudian menjadi komandan angkatan laut kerajaan.

Pangeran Charles dan Lady Diana Spencer, 29 Juni 1981


Bagaikan sebuah kisah dalam "fairytail", pernikahan Charles dan Diana dapat dilihat langsung di televisi oleh sekitar 750 juta orang pemirsa di seluruh dunia dan dihadiri oleh sejumlah pemimpin Eropa. Kebahagiaan perkimpoian pasangan itu, berumur pendek. Charles memilih mempertahankan hubungan lamanya dengan Camilla Parker-Bowles. Pada akhir 1980-an, mereka berdua sudah tinggal terpisah, perceraian mereka selesai pada tahun 1996. Satu tahun kemudian, Diana tewas dalam kecelakaan mobil di Prancis.

Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson, 23 Juli 1986


Putra kedua Ratu Elizabeth ini menikah dengan Sarah, yang dikenal sebagai "Fergie," di Westminster Abbey. Setelah pernikahan mereka, Ratu memberikan gelar Duke dan Duchess of York pada mereka. Mereka mengalami pernikahan yang rumit. Andrew sering pergi tugas sebagai angkatan laut kerajaan dan Sarah terlibat hubungan dengan John Bryan, seorang manajer keuangan Amerika yang pernah tertangkap foto mengisap jari kaki sang Duchess yang sedang telanjang. Pasangan itu akhirnya sepakat untuk bercerai pada tahun 1996.

Pangeran Edward dan Sophie Rhys-Jones, 19 Juni '99


Pertunangan Pangeran Edward bersama Sophie Rhys-Jones datang di tengah adanya isu bahwa pangeran ini adalah seorang gay. Pada tanggal 19 Juni 99, mereka menikah di Kapel St George di Windsor Castle dalam upacara yang tidak semewah daripada saudara-saudaranya. Setelah kebersamaan mereka, putra bungsu Ratu Elizabeth II ini menjadi Earl of Wessex dan Viscount Severn, sedangkan Sophie menjadi Countess of Wessex.

Pangeran Charles dan Camilla Parker-Bowles, 9 April '05


Camilla Parker-Bowles pertama kali mulai melirik Pangeran Charles pada tahun 1970, dan lebih dari empat dekade, hubungan mereka mengalami pasang surut, bahkan setelah melalui pernikahan pertama mereka. Putri Diana menyalahkan Camilla karena menyebabkan berakhirnya pernikahannya dengan Charles. Charles dan Camilla melanjutkan pacaran mereka setelah perceraian masing-masing dan bertunangan pada tanggal 10 Februari 2005. Mereka menikah dua bulan kemudian, menjadikan mereka sebagai Camilla Princess of Wales dan Duchess of Cornwall and Rothesay.

Pangeran William dan Kate Middleton, 2011


William dan Kate bertemu saat menjadi mahasiswa University of St Andrews di Skotlandia dan memulai pacaran selama delapan tahun, yang membuat Kate memperoleh julukan "Waity Katie." Kate, yang dibesarkan di Berkshire, dibanding-bandingkan dengan Putri Diana, mulai dari berkenaan dgn penjahit baju hingga tentang kebenciannya kepada pers. William melamarnya dengan berlian 18-karat dan cincin safir milik ibunya. Pasangan ini mengumumkan pertunangan mereka pada 16 November 2010, dan pernikahan diperkirakan terjadi pada tahun 2011 ini.

Putri Diana Pasti Merestui William dan Kare

Yang paling penting bagi Diana, anak-anaknya tak dijodohkan, dan bernasib tragis.

Melalui prosesi sakral di Westminster Abbey, London, Pangeran William dan Kate Middleton resmi menjadi suami Istri. Pernikahan agung itu dihadiri seluruh keluarga kerajaan Inggris dan disaksikan miliaran pasang mata warga dunia.
Sayangnya, ada satu orang penting yang justru tak menyaksikan momentum berharga ini: ibu Pangeran William, Putri Diana yang tewas dalam kecelakaan mobil di Paris, Prancis, 31 Agustus 1997.
Namun, para sahabat Diana yakin, sang Princess of Wales ini akan memberikan restu pada menantunya, Catherine Middleton.
“Ia pasti senang sekali dengan pernikahan putranya,” kata pengiring pengantin Diana dan Pangeran Charles tahun 1981 silam, Clemmie Hambro, seperti dimuat News.com.au, Jumat 29 April 2011.
Cicit pahlawan besar Inggris,  Winston Churchill itu — mewakili sahabat-sahabat Diana  yang lain mengatakan, “dia (Diana) juga akan senang dengan pasangan yang dipilih oleh putranya.”
Menurut para sahabatnya, Diana juga tak akan mempermasalahkan latar belakang  Kate, yang dari kalangan rakyat jelata. Tak seperti keluarganya, Spencer yang aristokrat.
Sahabat Diana sekaligus terapisnya, Simone Simmons mengatakan, meski bukan bangsawan, ada dua kualitas keluarga Middleton yang bakal dikagumi Diana: mental baja dan kerja keras. Namun, yang paling penting bagi Diana, anak-anaknya tak dijodohkan, dan bernasib tragis seperti orang tuanya.
Diana adalah korban dari perjodohan. Saat menikah dengan Pangeran Charles 29 Juni 1981, ia dianggap beruntung, bagai cerita dongeng, di mana seorang guru TK bisa  menikah dengan calon raja. Namun, pernikahannya itu bagai mimpi buruk. Diana makan hati dengan penghianatan suaminya.
Bahkan kematiannya yang tragis justru membuka pintu bagi Charles untuk menikahi pacar lamanya, Camilla Parker-Bowles.
“Ia akan gembira, William menikahi gadis pilihannya sendiri,” kata Mike Whitlam, sahabat Diana yang lain. Whitlam yang pernah bersama sang putri dalam kampanye anti-ranjau bahkan membayangkan, jika masih hidup, Diana akan tampil mempesona dalam pernikahan William-Kate.
Meski sang ibu telah tiada, sejak awal, William tak bermaksud menyisihkannya.  Ia menggunakan cincin yang pernah dipakai  Diana saat bertunangan dengan Pangeran Charles tahun 1981 silam.
Cincin yang bermatakan safir 18 karat dilengkapi berlian kini tersemat di jari manis Kate Middleton. William punya alasan khusus mengapa memakai cincin milik mendiang ibunya untuk mengikat sang pacar.  “Ini cara saya memastikan, ibu saya ikut bergembira dengan pernikahan saya,” kata dia.
Sumber :

Kisah Pernikahan Kerajaan Inggris dari 1795-1981

PERNIKAHAN Pangeran William dengan Kate Middleton telah berlangsung. Janji setia seumur hidup kedua insan tersebut akan menjadi bagian dari sejarah kerajaan Inggris, melengkapi kisah pangeran dan putri raja-raja sebelumnya.
 
Waktu terus berjalan. Begitu juga dengan roda kehidupan yang terus berputar. Pangeran William kecil yang dahulu sangat terpukul saat sang ibunda wafat dalam sebuah kecelakaan, kini akan menjalani babak baru dalam kehidupannya. 
 
Banyak kalangan menyatakan resepsi pernikahan Pangeran William dan Kate yang dikemas secara elegan, akan menandingi kemegahan resepsi Pangeran Charles dan Putri Diana 30 tahun silam. Tapi benarkah?
 
Lalu bagaimana prosesi pernikahan para pewaris tahta Kerajaan Buckingham sebelumnya? Berikut sekelumit kisah pernikahan para bangsawan Inggris;
 
1.   Pernikahan Putri Margaret dan Antony Armstrong-Jones pada 6 Mei 1960


Sekira 300 juta orang menontong pernikahan keluarga kerajaan pertama yang pernah ditayangkan lewat televisi. Pada 6 Mei 1960 Putri Margaret adik dari Ratu Elizabeth II, menikahi seorang fotografer Antony Armstrong-Jones.
 
Gaun yang dipakai dirancang oleh Norman Hartnell, yang juga merancang baju pengantin Ratu Elizabeth II. Sedangkan ia menggunakan tiara yang dirancang oleh Poltimore Tiara serta dipadukan penutup rambut yang dirancang oleh Garrad, pada akhir abad 16 untuk Lady Poltimore. Lady Poltimore dikenal sebagai istri dari bendahara Ratu Victoria.
 
Tiara tersebut dibeli Putri Margaret seharga 5.500 poundsterling atau sekira Rp78,3 juta (Rp14.240 per poundsterling). Namun pada saat dilelang tahun 2006 lalu, tiara ini laku terjual 1 juta poundsterling atau sekira Rp14,2 miliar.



2.     Pernikahan Ratu Elizabeth II dan Philip Mountbatten (Pangeran Philip) 20 November 1947

Meskipun diliputi cuaca dingin di bulan November, namun ribuan orang rela menunggu hingga 19 jam hanya untuk melihat sekilas Ratu Elizabeth II, yang saat itu masih belum menjadi ratu. Saat itu ratu sengaja mengumpulkan pasokan pakaiannya demi membayar bahan untuk baju pengantinnya. Bahkan perempuan di seluruh Inggris mengirimkan kupon pasokan pakaiannya demi Elizabeth, padahal saat itu memberikan kupon merupakan hal yang dianggap ilegal.
 
Perancang gaun pengantain Norman Hartnell terpaksa menepis kabar bahwa gaun tersebut menggunakan sutra dari Jepang dan Italia. Kedua negara itu dianggap sebagai musuh Inggris di masa Perang Dunia II. Prosesi pernikahan ini disiarkan melalui radio. Pasangan ini mendapat 2.500 hadiah pernikahan yang dikirim dari seluruh penjuru dunia.

3.     Pernikahan Pangeran Albert dan Lady Elizabeth Bowes-Lyon (Raja George VI dan Ratu Elizabeth) 26 April 1923

Lady Elizabeth Bowes-Lyon dianggap seperti seorang warga biasa oleh banyak. Ini disebabkan dirinya baru bersedia dinikahi oleh Pangeran Albert yang kemudian menjadi Raja George VI, pada saat dirinya dilamar untuk ketiga kalinya.
 
Pasangan ini merupakan pasangan kerajaan pertama yang pernikahannya direkam dalam film. Mereka juga yang pertama kali mengadakan pernikahan di Gereja Westminster Abbey daripada Royal Chapel. Menurut mereka pernikahan yang lebih bersifat bersahabat mampu menangkat moral rakyat Inggris yang sudah jatuh akibat perang.
 
Pernikahan Ratu Victoria dan Pengeran Albert 10 Februari 1840
Ratu Victoria dianggap sebagai pendobrak trend menggunakan baju pengantin berwarna putih. Sebelum pernikahannya dengan sepupunya Albert Saxe-Coburg Gotha, para pengantin pada umumnya menggunakan gaun pengantin yang berwarna cerah.
 
Ratu Victoria juga disarankan oleh pihak protokol kerajaan untuk mengenakan jubah kerajaannya. Tetapi hal itu tidak dilakukannya. Ratu yang paling dikenal dalam sejarah Inggris setelah Elizabeth I ini memilih mengenakan gaun satin berwaran krem, cadar dan penutup kepala berwarna oranye. Pembuatnya gaun dan penutupnya kepalanya tersebut bahkan dibuat di wilayah pinggiran kota Inggris.
 
Menurut keterangan sekira 200 orang bekerja keras selama delapan bulan untuk menyelesaikan gaun tersebut. Seorang pekerja diceritakan ada yang pingsan sesaat ingin bertemu dengan ratu saat pengerjaan gaun tersebut.


4.     Pernikahan Price of Wales (Raja George IV) dan Caroline Brunswick 8 April 1975

Anak tertua dari Raja George III ini dipaksa untuk menikah sepupunya Caroline Brunswick. Pernikahan ini dilakukan untuk menyelesaikan penyelesaian hutang di parlemen yang ditanggung oleh Raja George III. Sebelum menikahi Caroline, Raja George IV secara diam-diam menikahi wanita simpanannya tetapi hal itu dianggap ilegal.
 
Caroline sendiri digambarkan sebagai perempuan yang ceroboh, kelebihan berat dan senang memakan bawang mentah. Dirinya pun diceritakan memiliki bau badan yang tidak sedap. Sementara George menghabiskan malam pertamanya tidur di lantai kamar tidurnya dalam keadaan mabuk.

5.   Pernikahan Prince of Wales dan Lady Diana Spencer (Pangeran Charles dan Putri Diana) 29 Juli 1981.

 
Pernikahan megah ini dianggap mengalahkan seluruh pernikahan keluarga kerajaan di dunia saat ini. Rakyat yang melihat, gaun yang dikenakan bahkan ciuman kedua pasangan ini.
 
Lebih dari 750 juta orang menonton langsung prosesi pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana. Apalagi saat keluar dari altar Katedral St Paul. Pernikahan ini menjadi acara televisi paling banyak ditonton kala itu. Pengalaman unik dialami oleh India Hicks, salah satu dari pengiring pengantin pernikahan Diana.
 
Hicks dan Sarah Armstrong-Jones yang juga keponakan dari Ratu Elizabeth bertugas membawa ekor dari gaun Putri Diana yang panjangnya mencapi 7,6 meter. Baginya hari itu menjadi pengalaman berharga untuk dirinya.
 
Apakah pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton nantinya akan menjadi resepsi termewah? Kita tunggu saja akhir pekan ini.